Example 728x250
Opini Publik

HUT Ke-18 Gerindra dan Tantangan Pemimpin Prabowo

22
×

HUT Ke-18 Gerindra dan Tantangan Pemimpin Prabowo

Share this article

Perayaan Ulang Tahun Ke-18 Gerindra dan Kekuasaan yang Tersentralisasi pada Prabowo Subianto

Partai Gerindra genap berusia 18 tahun, Jumat (6/2/2026). Segenap kader terus merapatkan barisan demi mengokohkan posisinya sebagai partai utama pendukung pemerintah. Di satu sisi, partai juga masih bertumpu pada sentralitas figur sang ketua umum, Prabowo Subianto. Apakah modal itu cukup untuk menghadapi tantangan ke depan?



Di ruang pustaloka Kompleks Parlemen, Jakarta, para kader Gerindra memperingati hari jadi partai dengan tumpeng dan kue tar putih. Acara ini menjadi simbol syukur atas perjalanan 18 tahun partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto. Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto memotong dua hidangan tersebut. Suasana riuh diiringi tepuk tangan para kader yang kompak menggunakan seragam kemeja safari putih dan celana krem.

Sufmi Dasco Ahmad dan Titiek Soeharto memotong tumpeng dalam acara ulang tahun Gerindra

Ketua Dewan Kehormatan DPP Gerindra Ahmad Muzani menyampaikan pidato dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa cita-cita partai adalah membawa senyuman bagi rakyat Indonesia. Program-program seperti penghapusan utang petani, nelayan, dan UMKM, serta penurunan biaya haji dan harga pupuk, menjadi bukti nyata dari upaya Gerindra dalam mewujudkan harapan tersebut.

Ahmad Muzani berpidato dalam acara ulang tahun Gerindra

Sekretaris Jenderal Gerindra Sugiono mengajak kader untuk terus mengimplementasikan idealisme partai dalam kinerjanya. Ia menekankan pentingnya kekompakan dan semangat untuk mencapai tujuan nasional. Para kader diingatkan untuk tetap mendukung Presiden Prabowo dan menjaga keseimbangan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah.

Sugiono memberikan sambutan dalam acara ulang tahun Gerindra

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa keberhasilan partai diraih melalui kerja keras kader selama 18 tahun. Ia meyakini bahwa tantangan ke depan akan semakin berat, namun Gerindra harus tetap bergerak dekat dengan rakyat dan mempertahankan kemenangan.

Sufmi Dasco Ahmad dalam acara ulang tahun Gerindra

Kekuasaan yang Tersentralisasi dan Tantangan untuk Partai Politik

Guru Besar FISIP Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, A Bakir Ihsan menilai bahwa Gerindra menjadi partai besar berkat faktor Prabowo. Baginya, kekuasaan yang dijalankan saat ini masih tersentralisasi pada figur individu. Dalam jangka panjang, model ini berisiko mengarah pada kepemimpinan yang bersifat otoritarian.



Tantangan lainnya, sebut Bakir, adalah rendahnya kepercayaan publik terhadap partai politik. Pasalnya, partai politik belum bekerja secara berkelanjutan dengan aspirasi masyarakat. Sejauh ini, para elite hanya melakukan kerja-kerja insidental dan periodik yang biasanya hanya terlihat sewaktu masa pemilihan.

Bakir menyarankan agar para patron mulai mendelegasikan otoritasnya agar kekuasaan bisa terbagi dan dijalankan secara kelembagaan. Hal ini akan membuat Gerindra menjadi partai yang dihasrati dan didukung banyak kader karena masing-masing punya peluang yang sama untuk mobilitas vertikal, berkompetisi, dan menunjukkan kompetensi terbaiknya.

Pertanyaan Umum

Apa saja program yang diinisiasi oleh Gerindra untuk membantu rakyat Indonesia?

Gerindra telah meluncurkan berbagai program seperti penghapusan utang petani, nelayan, dan UMKM, pengurangan biaya haji, peningkatan harga gabah, penurunan harga pupuk, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bagaimana peran kader dalam menjaga keberlanjutan partai?

Kader memiliki peran penting dalam menjaga kekompakan dan semangat partai. Mereka diharapkan dapat mengimplementasikan idealisme partai dalam kinerjanya masing-masing, serta mendukung kebijakan pemerintah yang diambil oleh Presiden Prabowo.

Apakah kekuasaan yang tersentralisasi pada Prabowo menjadi ancaman bagi partai?

Ya, model kepemimpinan yang tersentralisasi berisiko mengarah pada kepemimpinan yang bersifat otoritarian. Untuk menghindari hal ini, partai perlu mendelegasikan otoritas kepada para anggota dan menjalankan kekuasaan secara kelembagaan.

Bagaimana cara meningkatkan kepercayaan publik terhadap partai politik?

Kepercayaan publik dapat ditingkatkan dengan menjalankan peran-peran substantif, hadir di tengah masyarakat, serta menjaga mekanisme kerja kepartaian yang terstruktur dan tersistem.

Apa tantangan terbesar yang dihadapi Gerindra dalam jangka panjang?

Tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara kekuasaan yang tersentralisasi pada figur tokoh utama dan kelembagaan partai yang lebih demokratis. Selain itu, partai juga harus terus beradaptasi dengan dinamika politik dan aspirasi masyarakat.

Penutup

Perayaan ulang tahun ke-18 Gerindra menjadi momen penting untuk merefleksikan perjalanan partai selama 18 tahun. Meski masih bergantung pada sentralitas figur Prabowo Subianto, partai perlu terus berupaya untuk memperkuat struktur kelembagaan dan menjaga kepercayaan publik. Dengan kekompakan dan semangat yang tinggi, Gerindra dapat terus menjadi bagian penting dalam pemerintahan dan pembangunan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *